Senin, 12 Februari 2018

Sushi Story in my diary


Hai! Ini blog pertamaku. Iseng aja sih soalnya aku suka kulineran. Suka makan deh pokoknya. Kebanyakan sih yang beda, enak dan muah pastinya. Maklum mahasiswa :D
Jadi kali ini aku mau review restoran jepang yang pas dikantong dan pas dilidah. Yup namanya “SUSHI STORY” , untuk sebagian anak muda tempat ini pasti tidak asing lagi kan? Tempatnya nyaman, wifi ngebut, ber AC, pelayanan ramah, dan cepat dalam penyajiannya.
Tempat ini asik banget. Walaupun kadang lagu yang diputer di restoran itu nggak nyambung sama restorannya yang bertema jepang itu sih, setiap aku kesana sering lagu indonesia yang diputer. Nggak tau kalo pas aku nggak ada. Disini disediakan meja buat kongkow-kongkow bareng temen, berduaan sama pacar, sediri juga bisa. Ada pohon sakuranya juga, menambah suasana jepang di musim semi, ya walaupun cuma replika lah.
Untuk SUSHI STORY daerah jl. Gejayan ada photoboothnya juga lohh. Backgroundnya 3D kayak jalanan di Jepang yang kanan kirinya banyak toko-toko dari kayu gitu.
Sushi story yang lain terletak di Jogja Paradise depan The Sahid Hotel jl. Magelang. Disini tempatnya agak sempit sih, tidak seluas yang di jJl. Gejayan. Tapi kualitasnya sama kok, mulai dari pelayanan, kecepatan penyajian, dan rasanya( iyalah kan 1 management), ya gitu deh pokoknya.
Lebih jelasnya dateng aja ke SUSHI STORY, insyaallah nggak bakal nyesel terutama yang suka icip-icip masakan luar negeri.




Score
Price      : 8
Place     : 8
Taste     : 8

Kamis, 19 Oktober 2017

Observasi Percakapan Sociolinguistics

Pada hari Rabu, 11 Oktober 2017, selesai kuliah, aku dan 2 temanku Hw dan Lf ke PLA untuk sholat dzuhur. Awalnya kami hendak sholat dzuhur di GK 1 lantai 2, tapi karena penuh dan harus antri akhirnya kami memutuskan ke mushola PLA yang lebih nyaman dan biasanya longgar. Selepas sholat, temanku Lf dan HW ingin mendownload beberapa materi di Pendopo Tedja. Aku memutuskan untuk menemani mereka sekaligus minta didownloadkan sesuatu.
Saat kami santai-santai sembari browsing, TR, temanku dan HW datang, dia dari jurusan yang berbeda tetapi sama fakultas. Aku mengenalnya ketika aku memutuskan untuk ikut andil dalam kepanitiaan ospek fakultas 2017 dan menjadi sie konsumsi, HW juga. Saat itu aku dan HW tidak mengenal siapapun, bahkan mungkin itu pertama kami bertemu dengan teman-teman sie konsumsi. Namun, lama kelamaan kami menjadi akrab karena seringnya bertemu untuk rapat maupun melaksanakan tugas sebagai sie konsumsi.
Ketika dia datang, dia langsung menyapaku dan HW. Karena lama tidak bertemu, kami mulai bercakap-cakap tentang banyak hal. Aku bertanya kenapa dia ke kampus dengan kaos dan sandal. Dia menjawab bahwa sebenarnya dia libur hari itu, dia hanya ingin browsing tugas. Disini dia nge kos dan kosnya tidak jauh dari kampus, jadi dia hanya berjalan kaki. Lama-kelamaan percakapan mulai berlanjut dan semakin panjang.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku ingat dengan tugas yang diberikan salah seorang dosen mata kuliah dan TR yang berasal dari luar Jawa. Akhirnya aku berniat untuk merekam percakapan mereka. Awalnya berjalan lancar, namun tiba-tiba ada beberapa pekerja  yang hendak mengecat pendopo dengan mesin sehingga rekamanku agak samar karena terganggu oleh mesin cat tersebut. Meskipun begitu, aku tetap merekam percakapan mereka.

Setelah selesai merekam percakapan HW dan TR, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku merekam percakapan mereka dan bertanya pada TR untuk memastikan di Pulau mana dia tinggal. Ternyata dia berasal dari Cirebon, aku dan HW terkejut karena selama ini kita mengira dia asli Riau karena logat yang dia miliki seperti bukan logat Jawa. Tapi katanya, logat dia itu logat sunda dicampur ngapak.