Pada hari Rabu, 11 Oktober 2017, selesai kuliah, aku dan 2
temanku Hw dan Lf ke PLA untuk sholat dzuhur. Awalnya kami hendak sholat dzuhur
di GK 1 lantai 2, tapi karena penuh dan harus antri akhirnya kami memutuskan ke
mushola PLA yang lebih nyaman dan biasanya longgar. Selepas sholat, temanku Lf
dan HW ingin mendownload beberapa materi di Pendopo Tedja. Aku memutuskan untuk
menemani mereka sekaligus minta didownloadkan sesuatu.
Saat kami
santai-santai sembari browsing, TR, temanku dan HW datang, dia dari jurusan
yang berbeda tetapi sama fakultas. Aku mengenalnya ketika aku memutuskan untuk
ikut andil dalam kepanitiaan ospek fakultas 2017 dan menjadi sie konsumsi, HW
juga. Saat itu aku dan HW tidak mengenal siapapun, bahkan mungkin itu pertama
kami bertemu dengan teman-teman sie konsumsi. Namun, lama kelamaan kami menjadi
akrab karena seringnya bertemu untuk rapat maupun melaksanakan tugas sebagai
sie konsumsi.
Ketika dia
datang, dia langsung menyapaku dan HW. Karena lama tidak bertemu, kami mulai
bercakap-cakap tentang banyak hal. Aku bertanya kenapa dia ke kampus dengan
kaos dan sandal. Dia menjawab bahwa sebenarnya dia libur hari itu, dia hanya
ingin browsing tugas. Disini dia nge kos dan kosnya tidak jauh dari kampus,
jadi dia hanya berjalan kaki. Lama-kelamaan percakapan mulai berlanjut dan
semakin panjang.
Tiba-tiba aku
teringat sesuatu, aku ingat dengan tugas yang diberikan salah seorang dosen
mata kuliah dan TR yang berasal dari luar Jawa. Akhirnya aku berniat untuk
merekam percakapan mereka. Awalnya berjalan lancar, namun tiba-tiba ada beberapa
pekerja yang hendak mengecat pendopo
dengan mesin sehingga rekamanku agak samar karena terganggu oleh mesin cat
tersebut. Meskipun begitu, aku tetap merekam percakapan mereka.
Setelah
selesai merekam percakapan HW dan TR, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku
merekam percakapan mereka dan bertanya pada TR untuk memastikan di Pulau mana
dia tinggal. Ternyata dia berasal dari Cirebon, aku dan HW terkejut karena
selama ini kita mengira dia asli Riau karena logat yang dia miliki seperti
bukan logat Jawa. Tapi katanya, logat dia itu logat sunda dicampur ngapak.
This post is linked to floriasti.blogs.uny.ac.id
BalasHapusThis post is linked to floriasti.blogs.uny.ac.id
BalasHapusand ridhaalfia2016.blogs.uny.ac.id
This post is linked to floriasti.blogs.uny.ac.id
BalasHapusand ridhaalfia2016.blogs.uny.ac.id